Skip to main content

Elegi Mawar Merah

 Elegi Mawar Merah 



Wahai mawar merah nan rupawan

Rupamu elok tak terperi

Merah merona menambah berseri

Namun sayang penuh onak dan berduri


Harum semerbak mewangi

Membuat pemujamu menanti-nanti

Sudikah kiranya sang putri menghampiri

Hamba yang memendam rindu ini


Oh angin sampaikanlah salam ku 

Oh rembulan sinarilah mawarku agar terpancar pesonanya

Oh bintang kerlingkan cahayamu padanya

Oh mentari jagalah mawarku dari benalu pengganggu


Ingin ku sunting dikau di taman surgawi

Namun sayang apalah daya

Bak pungguk merindukan bulan

Laksana api jauh dari panggang

Seperti itulah elegi cintaku padamu

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Profil Moh. Urip Hidayat

 PROFIL PENULIS Moh. Urip Hidayat, S.Pd. adalah anak ke-5 (bungsu) dari pasangan alm. Pak Mastur dan almh. Bu Dedeh Sulastri. Penulis adalah asli dari Betawi lahir dan besar di Jakarta. Lahir di Jakarta 18 Maret 1979. Mulai masuk sekolah di jenjang sekolah dasar di SDN Jatinegara Kaum 13 Pagi kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 158 dan setelah lulus melanjutkan jenjang pendidikan ke SMAN 59 di Kampung Bulak, Klender, Jakarta Timur. Mendapatkan gelar S.Pd pada jurusan pendidikan bahasa Inggris di STKIP Kusuma Negara lulus tahun 2011. Penulis pertama kali mengajar muatan lokal bahasa Inggris pada tahun 2001 di SDN Karawaci 20. Bermodalkan kemampuan berbahasa Inggris yang didapat selama kursus bahasa Inggris selama 3 tahun di IEC Jatinegara dan kecintaan terhadap anak-anak, penulis memulai debutnya sebagai guru Bahasa Inggris di Karawaci Tangerang, Provinsi Banten. Setelah kurang lebih lima tahun mengajar Bahasa Inggris di SDN Karawaci 20 penulis berpindah tempat mengajar dari sat...

Kompilasi Puisi Akrostik Hidayat

  Puisi akrostik #1 Ceritanya tiada habis untuk dikisahkan Insan sejoli yang memadu asmara Nelangsa hati bagi yang sedang patah hati karenanya Tapi banyak yang terpesona karena indahnya jatuh cinta Ada sejuta rasa yang melanda ketika terpanah Dewi asmara   Moh. Urip Hidayat (Prince of Betawi) Selasa, 24 Jan 2023 12:04 pm   Puisi akrostik #2 Bagi mereka tak ada lagi logika Untuk membahagiakan orang yang dicintainya Cinta telah membutakan mata kepala dan mata hati Ingin selalu bersama disisi sang pujaan hati Namanya adalah budak cinta yang telah diperbudak oleh asmaraloka.   Moh. Urip Hidayat (Prince of Betawi) Selasa, 24 Jan 2023 12:12 pm   Puisi akrostik #3 Aku dan kau memadu kasih dg mengikrarkan janji jiwa Selama sukma dikandung raga kita kan selalu bersama Memadu kasih menjalin cinta Api asmara bergelora di dalam jiwa Renjana menyala menghangatkan perapian cinta Atma menjelma menjadi seloka   asmaraloka...

Hikmah di Balik Pertemuan

  Hikmah di Balik Pertemuan Pada awalnya sih writing is not my passion but surfing the internet is my passion. Nah kali ini saya akan bercerita sedikit tentang bagaimana prosesnya dari kurang suka menulis sampai jadi terobsesi menjadi seorang penulis yang karya-karyanya nanti bisa menjadi best seller. Yah namanya juga bermimpi, ya boleh dong setinggi-tingginya? Tapi jangan terlalu terobsesi secara lebay juga ya   karena nanti kalau ga tercapai malah bisa depresi. Jadi awal cerita ketika itu saya mengikuti acara pembentukan komunitas guru-guru SD se wilayah Jakarta Timur di SDN Jatinegara Kaum 03. Nah di komunitas tersebut saya bertemu dengan guru-guru hebat yang mindsetnya luar biasa, kreatif, inovatif, dan produktif dalam menghasilkan karya-karya yang bermutu tinggi. Salah satunya adalah komunitas yang dilabeli KKG SD SUDINDIK Wilayah Jakarta Timur yang disingkat KKG SD JT. Nah yang menarik adalah yang menjadi ketuanya. Dia adalah Pak Asep Sutisna Sanjaya. Awalnya sih saya...